1. Lensa Cembung

Lensa cembung bersifat membiaskan cahaya. Lensa cembung memiliki ciri bagian tengah lebih tebal daripada bagian tepi. Sinar-sinar cahaya yang datang sejajar sumbu lensa dibiaskan menuju titik fokus (Gambar 3.2). Sinar-sinar itu membentuk bayangan nyata yang dapat diproyeksikan pada layar dan bernilai positif.

 Pembiasan pada lensa cembung

Gambar 3.2 Jenis lensa

(Sumber : Saeful Karim, dkk, 2008: 302)

Lensa cembung bersifat mengumpulkan cahaya (konvergen). Besar pembiasan cahaya pada suatu lensa bergantung pada indeks bias bahan lensa dan lengkung permukaan lensa, sedangkan indeks bias bergantung pada cepat rambat cahaya dalam bahan lensa tersebut. Seperti ditunjukkan Gambar 3.3, lensa cembung tebal akan membiaskan cahaya lebih besar daripada lensa cembung tipis. Panjang fokus lensa cembung tebal lebih pendek daripada panjang lensa cembung tipis.

Lensa cembung bersifat mengumpulkan cahaya (konvergen). Besar pembiasan cahaya pada suatu lensa bergantung pada indeks bias bahan lensa dan lengkung permukaan lensa, sedangkan indeks bias bergantung pada cepat rambat cahaya dalam bahan lensa tersebut. Seperti ditunjukkan Gambar 3.3, lensa cembung tebal akan membiaskan cahaya lebih besar daripada lensa cembung tipis. Panjang fokus lensa cembung tebal lebih pendek daripada panjang lensa cembung tipis.

Pembiasaan pada lensa cembung tebal dan lensa cembung tipis

Gambar 3.3 Pembiasaan pada lensa cembung tebal dan lensa cembung tipis

(Sumber : Saeful Karim, dkk, 2008: 302)

Bagaimana pembentukan bayangan pada lensa cembung? Sebelum membahas tentang pembentukan bayangan pada lensa cembung, perlu kamu pahami sinar-sinar istimewa yang dimiliki lensa cembung. Sinar istimewa ini sangat penting sebagai dasar melukis pembentukan bayangan pada lensa cembung. Adapun sinar-sinar istimewa pada lensa cembung adalah sebagai berikut ditunjukkan Gambar 3.4:

1)     Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan melalui titik fokus (F1) di belakang lensa.

2)     Sinar datang menuju titik fokus di depan lensa (F2) akan dibiaskan sejajar sumbu utama.

3)     Sinar yang datang melewati pusat optik lensa (O) diteruskan, tidak dibiaskan.

Sinar-sinar istimewa pada lensa cembung

Gambar 3.4 Sinar-sinar istimewa pada lensa cembung

(Sumber : Wasis dan Sugeng, 2008: 250)

Lensa cembung dapat menghasilkan banyak jenis bayangan, baik yang nyata maupun maya, tegak, terbalik, diperbesar atau diperkecil. Jenis bayangan yang dibentuk bergantung pada posisi benda dan panjang fokus lensa. Berikut adalah pembentukan bayangan pada lensa cembung untuk berbagai posisi benda.

a)      Jarak benda lebih besar 2F2

Jarak benda lebih besar 2F2, dengan menggunakan sinar istimewa lensa cembung yaitu nomor 1 dan nomor 3, diperoleh bayangan yang bersifat nyata, terbalik, diperkecil, dan letak bayangannya di antara F1 dan 2F1 ditunjukkan Gambar 3.5.

Bayangan lensa cembung dengan jarak benda lebih besar 2F2Gambar 3.5 Bayangan lensa cembung dengan jarak benda lebih besar 2F2

(Sumber : Wasis dan Sugeng, 2008: 250)

b)     Benda diletakkan di antara 2F2 dan F2

Benda diletakkan di antara 2F2 dan F2. Dengan menggunakan sinar istimewa lensa cembung yaitu nomor 1 dan nomor 3, diperoleh bayangan yang bersifat nyata, terbalik, diperbesar, dan letak bayangannya di luar 2F1 ditunjukkan Gambar 3.6.

  Bayangan lensa cembung dengan jarak benda lebih besar 2F2Gambar 3.6 Bayangan lensa cembung dengan benda di antara 2F2 dan F2

(Sumber : Wasis dan Sugeng, 2008: 250)

c)      Benda diletakkan di titik F2

Benda diletakkan di F2 objek. Dengan menggunakan sinar istimewa lensa cembung yaitu nomor 1dan nomor 3, diperoleh bayangan yang bersifat maya di tak hingga ditunjukkan Gambar 3.7.

Bayangan lensa cembung dengan benda di titik F2

Gambar 3.7 Bayangan lensa cembung dengan benda di titik F2

(Sumber : Wasis dan Sugeng, 2008: 250)

d)     Benda diletakkan di antara F2 objek dan pusat lensa

Benda diletakkan di antara F2 dan pusat lensa. Dengan menggunakan sinar istimewa lensa cembung yaitu nomor 1 dan nomor 3, diperoleh bayangan yang bersifat maya, tegak, diperbesar, dan terletak di depan lensa ditunjukkan Gambar 3.8.

 Bayangan lensa cembung dengan benda di antara F2 dan pusat lensa

Gambar 3.8 Bayangan lensa cembung dengan benda di antara F2 dan pusat lensa

(Sumber : Wasis dan Sugeng, 2008: 250)

  1. kurang 1 lagi bayangan lensa jika benda di titik pusat kelengkungan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: