C. Apakah itu Hujan Asam?

Pada pembahasan sebelumnya kamu sudah mempelajari tentang proses terjadinya hujan pada siklus air dan perubahan wujud zat yang terjadi didalamnya. Apakah kaitan antara siklus air ini dengan hujan asam?

Ternyata proses terbentuknya hujan asam berlangsung pada siklus air. Bedanya hujan asam ini terbentuk jika ada pencemaran udara oleh gas NOx dan SO2 yang masuk ke dalam siklus hujan asam (lihat gambar 2).

Dapatkah kamu menjelaskan perbedaan siklus air yang normal dengan siklus air pada proses terbentuknya hujan asam?

1. Proses terbentuknya hujan asam

Pada proses terbentuknya hujan asam, evaporasi dan transpirasi berlangsung seperti pada siklus air yang biasanya. Uap air hasil evaporasi dan transpirasi ini juga akan naik ke atmosfer. Namun karena adanya pencemaran udara oleh gas NOx dan SO2, uap air kemudian bereaksi dengan gas NOx dan SO2 membentuk asam nitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4). Asam-asam ini kemudian bergabung dengan uap air membentuk awan. Awan yang mengandung asam ini akan berkumpul awan-awan lain hingga terjadi presipitasi. Presipitasi yang terjadi inilah yang disebut dengan hujan asam.

2. Pengertian Hujan Asam

Istilah hujan asam pertama kali dicetuskan oleh Robert Angus Smith pada tahun 1872. Dia menemukan hujan asam di kota Manchester, Inggris, yang menjadi kota penting dalam Revolusi Industri.  Robert Angus Smith menemukan hubungan antara hujan asam dengan pencemaran udara 20 tahun sebelumnya, yaitu pada tahun 1852. Ia mengamati bahwa hujan asam dapat mengarah pada kehancuran alam dan kehidupan manusia. Smith menjelaskan fenomena hujan asam pada bukunya yang berjudul “Air and Rain: The Beginnings of Chemical Technology“.

Hujan asam adalah segala jenis hujan yang memiliki pH dibawah 5,6. Hujan yang dimaksud disini bukan hanya hujan yang turun sebagai butiran air saja tetapi dapat berupa salju maupun kabut. Istilah hujan asam juga digunakan sebagai istilah umum untuk mendeskripsikan semua material asam baik kering maupun basah yang jatuh dari atmosfer. Sehingga dikenal adanya deposisi basah dan deposisi kering.

Hujan asam yang turun dalam bentuk hujan, salju maupun kabut disebut deposisi basah. Deposisi basah ini biasanya terjadi jauh dari sumber pencemar. Hujan asam yang turun  dalam bentuk gas, debu, dan partikel padat lainnya yang menyebabkan kondisi asam disebut deposisi kering. Deposisi kering ini biasanya terjadi di dekat sumber pencemar.

3. Penyebab Terbentuknya Hujan Asam

Hujan asam terjadi akibat pencemaran udara. Pencemaran udara ini dapat terjadi secara alami maupun akibat aktivitas manusia. Udara yang tercemar mengandung bahan-bahan antara lain karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), Hidrocarbon (HC), karbon dioksida (CO2), sulfur dioksida (SO2), dll. Namun bahan pencemar utama yang menyebabkan terbentuknya hujan asam adalah nitrogen oksida (NOx) dan sulfur dioksida (SO2).

penyebab polusi

(a)                                     (b)
Gambar 5. Sumber pencemar oleh aktivitas manusia
(a) Asap pabrik dan (b) asap kendaraan bermotor
Sumber: National Geographic

Nitrogen oksida sering disebut NOx karena oksida nitrogen mempunyai 2 macam bentuk yang sifatnya berbeda yaitu gas nitrogen dioksida (NO2) dan gas nitrogen monoksida (NO). Sifat gas NO2 adalah berwarna merah kecoklatan dan berbau tajam menyengat hidung, sedangkan gas NO tidak berwarna dan tidak berbau. NOx banyak dihasilkan oleh berbagai macam aktivitas yang menunjang kehidupan manusia seperti transportasi, pembangkit listrik, pembuangan sampah, dan lain-lain. Oleh karena itu, kadar NOx di daerah perkotaan yang berpenduduk banyak akan lebih tinggi daripada daerah pedesaan yang berpenduduk sedikit.

Gas sulfur dioksida (SO2) merupakan hasil pembakaran belerang atau proses kimia lainnya. Gas SO2 berbau tajam dan tidak mudah terbakar. SO2 secara alami banyak dihasilkan dari aktivitas vulkanik dari gunung berapi (lihat gambar 6). Di kota-kota besar, SO2 banyak dikeluarkan oleh pabrik-pabrik yang menggunakan bahan yang mengandung belerang, pembangkit listrik, dan transportasi yang menggunakan bahan bakar fosil yang mengandung belerang. Contoh bahan bakar fosil yang mengandung belerang adalah batu bara dan minyak bumi. Saat dibakar belerang dalam bahan bakar tersebut akan beroksidasi membentuk SO2 dan lepas ke udara.

12

Gambar 6. Aktivitas gunung berapi menghasilkan gas SO2
Sumber :  http://volcanoes.usgs.gov

acid_rain_47info

Hujan asam dapat terjadi jauh dari sumber pencemar hingga beribu-ribu kilometer jaraknya. Hal ini karena awan hujan asam dapat terbawa oleh angin hingga beribu-ribu kilometer melintasi laut, samudra bahkan daratan yang luas. Gambar di samping menunjukkan pencemaran udara yang terjadi Inggris (UK) dan Jerman terbawa sampai ke negara Swedia merusak hutan dan mencemari danau melalui hujan asam. Demikian pula dengan pencemaran di Amerika Serikat (US) yang menyebabkan hujan asam di negara Kanada.

<<Sebelumnya                                                                                                   Selanjutnya>>

_______________

Sumber Materi:

Hewitt, Paul G. 2003. Conseptual Integrated Science. San Fransisco: Pearson Education, Inc

Ruslan H. Prawiro. 1988. Ekologi Lingkungan Pencemaran. Semarang: Satya Wacana

Wisnu Arya Wardhana. 2004. Dampak Pencemaran Lingkungan (Edisi Revisi). Yogyakarta: Penerbit Andi

Sumber Gambar:

http://environment.nationalgeographic.com/environment/global-warming/acid-rain-overview/

http://environment.nationalgeographic.com/environment/global-warming/pollution-overview/

http://tunza.eco-generation.org/resources

http://volcanoes.usgs.gov

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: