Category Archives: Uncategorized

Hujan Asam dan Dampaknya Terhadap Lingkungan

Hujan asam pertama kali dicetuskan oleh  Robert Angus Smith pada tahun 1872. Dia menemukan hujan asam di kota Manchester, Inggris, yang menjadi kota penting dalam Revolusi Industri.

Robert Angus Smith menemukan hubungan antara hujan asam dengan polusi udara 20 tahun sebelumnya, yaitu pada tahun 1852. Ia mengamati bahwa hujan asam dapat mengarah pada kehancuran alam. Lalu bagaimanakah hujan asam itu? Seberapa bahayakah dampak hujan asam bagi kehidupan?

Sifat Asam-Basa

Asam diartikan senyawa yang menghasilkan ion hidrogen (H+) ketika larut dalam pelarut (biasanya air). Senyawa asam sering kita temukan sehari-hari. Secara umum asam memiliki sifat sebagai berikut :

  1. Mempunyai rasa masam
  2. Reaktif terhadap logam
  3. Dapat menghantarkan listrik

Asam dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu asam organik dan asam anorganik. Asam organik merupakan senyawa asam karbon yang dihasilkan tumbuhan dan hewan. Sedangkan asam anorganik merupakan asam yang dibuat dari mineral-mineral dan nonlogam. Asam anorganik dalam keadaan pekat biasanya korosif, dapat melukai kulit, dan dapat melarutkan logam dengan cepat.

Basa adalah senyawa yang menghasilkan ion hidroksida (OH) ketika larut dalam pelarut akhir. Basa memiliki sifat :

  1. Mempunyai rasa pahit
  2. Licin jika dipegang
  3. Dapat melukai kulit
  4. Jika terkena kulit menyebabkan gatal-gatal

Peranan Kalor dalam Kehidupan Sehari-hari

Saat musim hujan, udara menjadi terasa dingin. Untuk menghangatkan badan, biasanya kita akan minum minuman hangat.  Setelah minum minuman hangat badan kita akan terasa lebih hangat. Bahkan hanya dengan memegang gelas berisi air panas, tangan kita menjadi hangat. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Hal ini karena adanya kalor. Apakah kalor itu? Kalor adalah suatu bentuk energi yang mengalir dari benda panas (bersuhu tinggi) ke benda yang dingin (bersuhu rendah). Adanya kalor dapat diketahui dengan melihat akibat yang ditimbulkan. Kalor menyebabkan suhu suatu benda naik, sifat benda berubah, wujud benda berubah, dan warna benda berubah. Hal itu tergantung seberapa banyak kalor yang diterima oleh benda.

Nah, saat kamu memegang gelas berisi air panas, kalor dari air panas akan mengalir ke tanganmu. Tanganmu menjadi hangat karena menerima kalor dari air panas dalam gelas yang mengakibatkan naiknya suhu tanganmu. Kenaikan suhu ini dapat kamu ukur menggunakan termometer. Semakin banyak kalor yang diberikan maka semakin besar perubahan suhu yang dialami zat tersebut. Hal ini berarti besarnya kalor sebanding dengan kenaikan suhu zat.

Satuan kalor adalah joule (J), sama dengan satuan energi.

1 joule = 0,24 kalori atau 1 kalori = 4,184 joule ≈ 4,2 joule.

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, semakin besar kalor yang diberikan pada suatu zat maka semakin besar pula kenaikan suhu yang dialami benda tersebut. Lalu, apakah kalor yang diperlukan untuk mendidihkan air sebanyak 1 kg air dan 10 kg air sama? Ternyata tidak sama.

Semakin besar massa benda maka semakin besar pula kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhunya benda tersebut. Jika besar kalor yang dibutuhkan suatu zat yang bermassa m untuk kenaikan suhu ∆T sebesar Q maka :

Q = m . ∆T

Selain massa dan kenaikan suhu, jumlah kalor yang dibutuhkan zat bergantung pada jenis zat yang dipanaskan. Semakin Untuk membedakan jenis zat, dikenal kalor jenis yang disimbolkan c, sehingga persamaan diatas dapat dirumuskan menjadi :

Q = m . c . ∆T

Keterangan :

Q = kalor yang diserap atau dilepaskan dalam satuan joule atau kalori

m = massa zat dalam satuan kg atau gram

∆T = perubahan  suhu dalam satuan K atau 0C

C = kalor jenis dalam satuan J/kg K atau kal/g0C

Kalor jenis suatu zat didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan atau melepaskan suhu tiap satu kilogram massa suatu zat sebesar 10C atau 1 K.

Contoh soal:

Bila kalor jenis air 4,18 x 103 J/kg K, berapakah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 10 kg air dari 300C menjadi 700C?

Penyelesaian :

Diketahui      : m = 10 kg

                       ∆T = 70-30 = 40

c  = 4,18 x 103 J/kg K

Ditanya         : kalor (Q)

Jawab           : Q = m . c . ∆T

                           = 10 kg . 4,18 x 103 J/kg K . 40

= 1.672.000 joule = 1.672 kilojoule

Peta Konsep

Indikator Ketercapaian

Setelah Mempelajari Materi Ini Peserta Didik Diharapkan Mampu :

  1. Mengidentifikasi perubahan wujud yang terjadi pada suatu benda
  2. Menerapkan prinsip perubahan wujud dalam proses  terjadinya siklus air / siklus hujan
  3. Menjelaskan sifat-sifat asam basa suatu benda
  4. Mengidentifikasi asam basa suatu benda dengan menggunakan kertas lakmus
  5. Mengklasifikasikan asam lemah – asam kuat suatu benda berdasarkan skala derajat keasaman dengan menggunakan pH meter
  6. Mengidentifikasi ada atau tidaknya hujan asam pada air hujan yang diamati
  7. Menjelaskan tentang proses terjadinya hujan asam dan penyebab terjadinya
  8. Menyebutkan berbagai upaya untuk menanggulangi dampak dari hujan asam

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Dalam tema Hujan Asam ini kalian akan mempelajari :

Aspek

Fisika

Kimia

Biologi

Standar Kompetensi

3. Memahami wujud zat dan perubahannya 2. Memahami klasifikasi zat 7. Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem

Kompetensi Dasar

3.4 mendeskripsikan peran kalor dalam mengubah wujud zat atau suhu suatu benda serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. 2. 1 mengelompokkan sifat larutan asam, larutan basa, dan larutan garam melalui alat dan indikator yang tepat 7.4 Mengaplikasikan peranan manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan

Materi

Perubahan wujud dalam siklus air (hujan) Asam dan basa Kerusakan Ekosistem

Materi Hujan Asam

1. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

2. Indikator Ketercapaian

3. Peta Konsep

4. Peranan Kalor dalam Kehidupan Sehari-hari

5. Sifat Asam dan Basa

6. Hujan Asam dan Dampaknya terhadap Lingkungan

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!