Peranan Kalor dalam Kehidupan Sehari-hari

Saat musim hujan, udara menjadi terasa dingin. Untuk menghangatkan badan, biasanya kita akan minum minuman hangat.  Setelah minum minuman hangat badan kita akan terasa lebih hangat. Bahkan hanya dengan memegang gelas berisi air panas, tangan kita menjadi hangat. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Hal ini karena adanya kalor. Apakah kalor itu? Kalor adalah suatu bentuk energi yang mengalir dari benda panas (bersuhu tinggi) ke benda yang dingin (bersuhu rendah). Adanya kalor dapat diketahui dengan melihat akibat yang ditimbulkan. Kalor menyebabkan suhu suatu benda naik, sifat benda berubah, wujud benda berubah, dan warna benda berubah. Hal itu tergantung seberapa banyak kalor yang diterima oleh benda.

Nah, saat kamu memegang gelas berisi air panas, kalor dari air panas akan mengalir ke tanganmu. Tanganmu menjadi hangat karena menerima kalor dari air panas dalam gelas yang mengakibatkan naiknya suhu tanganmu. Kenaikan suhu ini dapat kamu ukur menggunakan termometer. Semakin banyak kalor yang diberikan maka semakin besar perubahan suhu yang dialami zat tersebut. Hal ini berarti besarnya kalor sebanding dengan kenaikan suhu zat.

Satuan kalor adalah joule (J), sama dengan satuan energi.

1 joule = 0,24 kalori atau 1 kalori = 4,184 joule ≈ 4,2 joule.

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, semakin besar kalor yang diberikan pada suatu zat maka semakin besar pula kenaikan suhu yang dialami benda tersebut. Lalu, apakah kalor yang diperlukan untuk mendidihkan air sebanyak 1 kg air dan 10 kg air sama? Ternyata tidak sama.

Semakin besar massa benda maka semakin besar pula kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhunya benda tersebut. Jika besar kalor yang dibutuhkan suatu zat yang bermassa m untuk kenaikan suhu ∆T sebesar Q maka :

Q = m . ∆T

Selain massa dan kenaikan suhu, jumlah kalor yang dibutuhkan zat bergantung pada jenis zat yang dipanaskan. Semakin Untuk membedakan jenis zat, dikenal kalor jenis yang disimbolkan c, sehingga persamaan diatas dapat dirumuskan menjadi :

Q = m . c . ∆T

Keterangan :

Q = kalor yang diserap atau dilepaskan dalam satuan joule atau kalori

m = massa zat dalam satuan kg atau gram

∆T = perubahan  suhu dalam satuan K atau 0C

C = kalor jenis dalam satuan J/kg K atau kal/g0C

Kalor jenis suatu zat didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan atau melepaskan suhu tiap satu kilogram massa suatu zat sebesar 10C atau 1 K.

Contoh soal:

Bila kalor jenis air 4,18 x 103 J/kg K, berapakah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 10 kg air dari 300C menjadi 700C?

Penyelesaian :

Diketahui      : m = 10 kg

                       ∆T = 70-30 = 40

c  = 4,18 x 103 J/kg K

Ditanya         : kalor (Q)

Jawab           : Q = m . c . ∆T

                           = 10 kg . 4,18 x 103 J/kg K . 40

= 1.672.000 joule = 1.672 kilojoule

About these ads

Posted on February 1, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: